CEGAH STUNTING DENGAN GEMARI

Kegiatan Gemari

(POH) Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Faktor penyebab utama terjadinya stunting adalah asupan gisi yang kurang tepat,factor kesehatan yang tidak optimal atau karena adanya penyakit selama bayi dalam kandungan hingga anak usia 2 tahun.

Dampak yang timbul balita yang mengalami stunting adalah 1. tinggi badan dibawah rata rata mengganggu metabolism, pertumbuhan dan masa otot. 2. Tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas. 3. beresiko terkena penyakit degenerative seperti jantung dan hipertensi.

Stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, beberapa faktor yang menjadi penyebab stunting adalah Praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan. Masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan dan pembelajaran dini yang berkualitas.Masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.

Pemerintah Desa Pohijo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, sejak beberapa tahun yang lalu  berupaya memerangi stunting dengan berbagai program dan kebijakan yang sudah tertuang dalam RPJMDES DESA POHIJO Tahun 2019 s/d tahun 2024 dan RKPDES DESA POHIJO,dan dibiayai dari Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan Pendapatan asli desa.

GEMARI adalah gerakan gemar makan ikan merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Desa Pohijo melalui program Kegiatan Kelompok Kerja (POKJA III).Kegiatan  GEMARI merupakan salah satu program kegiatan pencegahan stunting yang bertujuan untuk mensosialisasikan tentang manfaat mengkonsumsi makan ikan bagi ibu hamil dan Balita.Sasaran kegiatan tersebut adalah ibu ibu hamil dan ibu ibu muda yang mempunyai anak dibawah lima tahun.

Ikan adalah makanan yang sangat bergizi dan disarankan para ahli untuk dikonsumsi setiap orang, baik dewasa maupun anak-anak.karena ikan dikenal  rendah lemak, tinggi protein dan kaya akan asam lemak omega 3 yang memiliki berbagai komponen penting bagi tubuh seperti DHA dan EPA.

Dengan mengkonsumsi ikan secara rutin, maka resiko serangan jantung dan stroke pada orang dewasa dapat diperkecil. Sementara untuk anak-anak, ikan dapat membantu meningkatkan daya kerja dan kecerdasan otaknya.

Bagi ibu hamil Ikan juga merupakan menu yang sangat dianjurkan ,Karena, ibu yang sedang hamil gizinya harus selalu tercukupi sehingga kekebalan tubuh dan janinnya dapat terjaga. Kekebalan tubuh sang ibu salah satunya bisa didapatkan dari DHA yang juga berguna bagi perkembangan sel otak janin.

Beberapa penelitian bahkan membuktikan bahwa seorang ibu hamil yang rutin mengkonsumsi ikan, paling tidak dua porsi seminggu, akan melahirkan bayi yang lebih unggul dalam perkembangan verbal, visual dan geraknya dibanding bayi lain yang ibunya kurang asupan ikan selama masa kehamilan.

Kecerdasan bayi yang lahir dari ibu yang rutin mengkonsumsi ikan itu akan semakin terlihat saat usianya masuk tahun ketiga. Di antaranya lewat kemampuan si bayi dalam menyerap kosa kata dan perkembangan motoriknya. Selain itu, balita yang tercukupi kebutuhan omega 3 nya akan menunjukan peningkatan kemampuan membaca.

Tidak sampai di situ, ikan yang kaya akan protein juga bermanfaat untuk mencegah kebutaan pada janin. Para ahli mengatakan bahwa dengan menyertakan menu ikan secara rutin dalam makanan ibu hamil, maka kelak akan menghindarkan si janin dari penggunaan kacamata saat dia dewasa.

Hal ini dapat terjadi karena kandungan DHA dalam ikan memiliki kontribusi dalam pembentukan retina mata. Itu sebabnya, anak-anak dengan konsumsi DHA yang cukup dipastikan memiliki penglihatan yang lebih tajam dibandingkan dengan yang tidak.

“Mengonsumsi ikan memang sangat bermanfaat bagi tubuh. Ketimbang daging, ikan lebih sehat karena merupakan sumber protein, kalori dan karbohidrat alami yang rendah lemak. Ikan juga sangat cocok dijadikan masakan favorit keluarga, dan dapat dihidangkan dengan cara dikukus, dibakar atau panggang serta digoreng. Berbeda dengan daging, konsumsi ikan secara rutin tidak akan berdampak buruk. Ikan juga lebih mudah di dapat dan harganya lebih stabil serta terjangkau untuk masyarakat.

Kegiatan lain yang diselenggarakan Pemerintah Desa Pohijo dalam rangka memerangi stunting adalah Gerakan Cuci tangan pakai sabun, Kelas Ibu hamil dan balita, Pos yandu balita, Pos Bindu, Kegiatan sosialisasi reproduksi remaja, Kegiatan rembuk stunting, bantuan pembangunan WC komunal, pemberian makanan tambahan bagi balita,(byn).

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan