MELESTARIKAN PERMAINAN GOBAK SODOR LEWAT PERAYAAN BERSIH DESA POHIJO

Permainan gobak sodor merupakan permainan tradisional  jaman dulu yang merupakan permainan asli Indonesia. Mulai terkenal didaerah jawa tepatnya dari daerah Yogyakarta,cukup familier dijamannya,terutama jaman emak babe kita waktu kecil atau remaja.

Gobak Sodor berasal dari kata gobak yang artinya bergerak dengan bebas dan Sodor artinya tombak.Pada awal mulanya permainan ini dilakukan oleh prajurit dijaman Kerajaan sebagai latihan perang melawan musuh untuk melatih ketrampilan. Tapi ada versi lain bahwa gobak sodor berasal dari bahasa inggris  yaitu go Back through the door yang artinya kembali melewati pintu, karena susah melafalkan ,orang Indonesia menyebut permainan ini dengan gobak sodor.

Gobak sodor merupakan permainan yang melibatkan dua tim,dimana tiap tim terdiri dari 4-6 Orang. Tim yang satu sebagai penjaga pintu agar tim penyerang tidak bisa melewati bilik dengan cara menangkap atau memegang salah satu anggota tim penyerang, tim yang satunya lagi sebagai tim penyerang yaitu tim yang berusaha menyerang /menyusup kebilik yang dijaga tim penjaga sampai bilik terakhir dan balik lagi ke depan.Inti dari permainan ini adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati bilik  ke bilik terakhir secara bolak balik.Agar bisa memenangkan permainan ini tim penyerang harus bisa masuk dari bilik pertama sampai terakhir dan balik lagi sampai selesai tanpa tertangkap / tersentuh tim penjaga, sementara itu tim penjaga agar menang harus berusaha menangkap anggota Tim penyerang dengan menangkap atau menyentuh salah satu anggota tim penyerang.

Perlombaan permainan gobak sodor untuk perempuan  yang diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 17 Juli 2019, Jam 15.00 WIB,dihalaman Bapak Bawi Rt.02/II,Desa Pohijo Kec. Margoyoso Kab. Pati merupakan salah satu acara yang diagendakan Panitia Bersih desa Pohijo tahun 2019 yang bertujuan selain memeriahkan perayaan bersih desa juga memperkenalkan dan melestarikan permainan gobak sodor.

Jumlah peserta sebanyak 14 Tim perempuan, dari 14 Rukun Tetangga (RT), satu tim ada 4 orang . Dari 14 peserta tim,tampak kolaborasi antara emak emak dan mbak mbak.Bagi emak emak tutur salah satu peserta merupakan permainan mengenang masa kecil dan katanya merasa puas meskipun tidak dapat juara bahkan saat bermain harus jatuh bangun, tapi bahagia.

Ternyata permainan ini sangat menyita perhatian masyarakat Pohijo terbukti jumlah penonton yang menyaksikan sangat banyak dan antusias,meraka bersorak sorae memberi suport dan semangat pada tim yang didukungnya.

Dari perlombaan itu keluar sebagai juara pertama Tim  Ibu Srini Cs dari Rt.08/II  Juara Kedua Tim  Ibu Jumiatun Cs dari Rt. 05/II, Juara III Tim Ibu Haryati Cs  dari Rt.01/I.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan